Hai kamu,
Iya kamu, mungkin sedang tersenyum melihat tulisan ini dengan tempo detakan jantung yang tak beraturan. Kita sih selalu menyebutnya “deg-degan”. Kita selalu begitu, bukan? Bukan maksudnya detakan jantung yang biasa mengangkut darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Ini beda, ada kandungan lain di dalam darahnya. Ada nama aku dan kamu di masing-masing arterinya. Yang selalu membuat detakannya berbeda, yang selalu membuat rasa “meleleh” dalam dada. Rasanya hangat, berdesir kuat melambungkan rasa.
Hai kamu,
Iya kamu. Yang mungkin sedang menebak-nebak apa lagi yang akan aku tulis untuk kamu. Iya aku ingin menuliskan sesuatu yang sebenarnya lebih dari sebuah kata, lebih indah dari pelangi setelah hujan, lebih indah dari menatap langit di malam hari yang penuh dengan bintang, aku ingin menuliskan kamu, iya kamu. Cuma kamu. Tapi terkadang setiap ingin menuliskan terlebih menjelaskan ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan, dada ini rasanya sesak tapi menyenangkan. Aku lebih suka menatapmu dari pada berkata-kata—walau gambarmu yang tak jelas.
Hai kamu,
Iya kamu, yang sudah membuat senyum dalam wajahmu sepanjang membaca tulisanku ini. Hehehe.. pede sekali aku ini. Tidak apa ya, sesekali rasa percaya diri itu perlu bukan? Sama hal nyaseperti percaya pada hubungan aku dan kamu ini akan baik-baik saja. Kamu memang takut hubungan ini berujung menyedihkan, aku pun begitu. Tapi Tuhan akan memudahkan segalanya pada seseorang yang mau berusaha. Terlebih niat kita baik.
Kamu-ku, kita punya mimpi, bukan? Mimpi bersama. Mimpi untuk bertemu dan meleburkan rindu dalam satu pelukan. Meski sebenarnya rindu itu tidak akan pernah hilang walau berjarak pelukan. Kita juga punya mimpi, duduk berdua di beranda rumah menatap senja, menikmati krincing gantungan pintu yang tertiup angin. Tangan kita saling berpautan. Saling bertukar debar. Kita juga punya mimpi, hidup bahagia meski hanya makan nasi dan telur mata sapi. Kita punya mimpi jalan-jalan berdua, bermain kembang api berdua, hanya aku dan kamu serta bertambahnya waktu kita akan berjalan-jalan dengan keluarga kecil kita yang akan kita penuhi dengan kasih sayang. Kita punya mimpi yang indah, kita masih ingin bersama, menua bersama, kita harus berusaha wujudkan semua. Jangan biarkan mimpi itu hanya menguap begitu saja.
Jadi, sayang...
Janganlah takut untuk saling mencintai begitu sangat dengan segala kemungkinan terburuk yang kita punya. Tapi lihatlah kita juga bisa membuat kemungkinan lebih indah dari saling mencintai. Kita bisa. kita mampu. Dan kita saling mencintai.
"I have loved you a thosand year, I'll love you for a thousand more"
*diposkan juga di sini
